SISTEM CUKAI DI INDIA

SISTEM CUKAI DI NEGARA INDIA
TUGAS MATA KULIAH
TEKNIS DAN FASILITAS CUKAI II

 

KELAS 3-03 D-III KEPABEANAN DAN CUKAI
(26) Luthfi Faqih Pratama
(27) Muhammad Fadhillah Nur Fauzi
(28) Muhammad Kurnia
(29) Muhammad Ridho
(30) Muhammad Yusuf Al Kamil
(31) Noval Al Majid

 

POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN

2018

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

           Pemerintahan India memungut pajak terhadap masyarakatnya baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pajak langsung dibebankan kepada wajib pajak dalam hal pakaian jadi, sedangkan beban dari pajak tidak langsung dikenakan secara halus hingga konsumen akhir melalui pedagang maupun pengecer. Salah satu pajak tidak langsung adalah cukai.

           Cukai adalah contoh dari jenis pajak tidak langsung yang dipungut atas penjualan barang tertentu. Pajak seperti ini tidak dibayar langsung oleh konsumen akhir tetapi melalui pedagang atau produsen sebagai bagian dari harga pokok barang. Pajak cukai adalah pajak tidak langsung yang dibebankan dan dilegalkan oleh Undang undang Cukai pada tahun 1944. Pajak tidak langsung ini dipungut melalui toko penjualan eceran lewat  perantara yaitu konsumen akhir yang pada akhirnya juga membayar pajak itu.

           Cukai juga dipungut melalui pemerintah dari negara bagian pada barang kena cukai tertentu termasuk alkohol dan tembakau yang berhubungan dengan produknya seperti sigaret, rokok daun, narkotika, dll. Hal ini juga berlaku pada CBIC (Bea Cukai India). Karena cukai dipungut dalam produk tersebut maka biaya produksi keseluruhan dari produk tersebut meningkat sehingga mengurangi jumlah konsumsi. Itulah mengapa cukai disebut juga pajak dosa.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 
2.1 Dasar Hukum

Dasar Hukum Kepabeanan

           Dasar hukum kepabeanan di India tercantum pada Customs Act, 1962 yang terdiri dari 17 Bagian yang terdiri dari macam macam barang, yang mana masing masing bagian memuat barang yang dikenai pajak pabean. Untuk tarif barang kepabeanan dibahas dalam Undang-Undang No. 51 tahun 1975 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1975.

Dasar Hukum Cukai Pusat

            Cukai, sebagai pajak tidak langsung, dikenakan pada produksi dan pembuatan barang. Ini dilakukan di bawah wewenang Undang-Undang Cukai Pusat, 1944. Namun, tarif pajak yang tepat ditentukan berdasarkan undang-undang tersebut – Undang-Undang Tarif Cukai Pusat, 1985.

Dasar Hukum Pajak atas Jasa

            Untuk dasar hukum atas jasa terdiri dari 52 Bagian yang terkandung dalam Bab V dari Undang-Undang Keuangan, 1994.

Berikut ini adalah dasar-dasar hukum yang digunakan dalam melaksanakan pungutan cukai di India :

  • The Central Excise Tariff Act, 1985 (5 of 1986)
  • Rules for the interpretation of the First Schedule to the Central Excise Tariff Act, 1985. (General Explanatory Notes to the First Schedule to the Central Excise Tariff Act, 1985) Additional Duties of Excise (Goods of Special Importance) Act, 1957
  • Additional Duties of Excise (Textiles and Textile Articles) Act, 1978
  • Provisional Collection of Taxes Act, 1931 (16 of 1931)
  • Provisions of Finance (No.2) Act, 2004 relating to levy of EDUCATION CESS on excisable goods.

 

2.2 Sistem Cukai

            Di India semua tarif dan sistem cukai dibuat oleh CBEC, The Central Board of Excise and Customs didirikan oleh George Robinson pada tahun 1855. Dipercaya sebagai salah satu departemen pemerintah tertua di India dan berfungsi di bawah Departemen Pendapatan Departemen Kementrian Keuangan. Beberapa organisasi tambahan yang berfungsi di bawah CBEC adalah sebagai berikut:

  • Custom Houses
  • Central Revenues Control Laboratory
  • Central Excise Commission Rates

Di India, hampir semua produk dikenakan cukai, asalkan memenuhi empat kondisi berikut:

  • Harus ada pabrik
  • Pembuatannya di India (tidak termasuk zona ekonomi khusus)
  • Pabrikan harus menghasilkan barang
  • Barang-barang yang diproduksi harus dapat dimaafkan (berarti barang harus ditentukan dalam central excise tariff act, 1985)

            Di India, Pemerintah telah menghasilkan sistem terpusat otomatis untuk membayar cukai. Dengan ini, produsen dapat dengan mudah membayar cukai secara online pada setiap tanggal 5 bulan berikutnya melalui GAR-7.

Pungutan Cukai di India dapat dengan mudah diklasifikasikan menjadi dua jenis:

  • Pajak Cukai Ad Valorem:

Ad valorem secara harfiah berarti sesuai nilai. Dalam hal ini, ini berarti bahwa cukai akan berlaku sesuai dengan nilai produk dikalikan dengan persenan tarif yang ada.

  • Pajak Cukai Khusus:

Di sisi lain, ada pajak seperti pajak cukai spesifik yang ditetapkan untuk produk tertentu.

 

2.3 Komoditi yang dikenai cukai

Di India, cukai dibebankan atas:

Hewan dan barang daripadanya

  • Hewan hidup
  • Daging
  • Ikan
  • Moluska
  • Krustasea
  • Invertebrata air
  • Telur
  • Madu
  • Produk hewani lain yang bisa dimakan

Produk nabati :

  • Tanaman
  • Pepohonan
  • Umbi-umbian
  • Dedaunan
  • Bunga
  • Bagian lain tumbuhan yang dapat dimakan

Sumber daya tidak terbarui :

  • Berbagai logam
  • Zat-zat kimia
  • Minyak bumi dan turunannya

Tembakau dan Produk Olahan lainnya

Sumber daya alam terbarukan dan lain-lain

 

2.4       Tarif Cukai

Berikut ini adalah contoh pengenaan tarif untuk objek-objek kena cukai di Negara India :

  1. Produk Tembakau dan Olahannya
  • Sigaret dari bahan pengganti tembakau tarif cukai Rs.4006/1000
  • Cigarillo tarif cukai 12,5%
  • Cigarillo dari bahan pengganti tembakau tarif cukai 12,5%
  • Lain lain dari bahan pengganti tembakau tarif 12,5%
  • Biris-digulung kertas, dibuat dengan tangan tarif Rs.28/1000
  • Biris-digulung kertas, dibuat dengan mesin tarif Rs.78/1000
  1. Energi Terbarukan
  • Semua mesin yang diperlukan untuk keseimbangan sistem yang beroperasi pada biogas / bio-metana / produk sampingan hidrogen dikenakan tarif 6 %
  1. Lain-lain
  • Lembar Membran dan Tricot / Spacer untuk digunakan dalam pembuatan elemen membran RO untuk filter tipe rumah tangga, tergantung pada kondisi pengguna yang sebenarnya dikenakan tarif 6 %
  • Semua bagian untuk digunakan dalam pembuatan lampu atau perlengkapan LED, termasuk lampu LED, tergantung pada kondisi pengguna yang sebenarnya tarif sbesar 6%
  • Limbah dan skrap dari logam mulia atau logam yang dilapisi logam mulia yang timbul dalam proses pembuatan barang gagal dalam Bab 71 dikenakan tarif 0%
  • Strip, kabel, lembaran, piring, dan foil perak dikenakan tarif 0%
  • Barang perhiasan perak, selain yang bertatahkan berlian, ruby, zamrud atau safir dikenakan tarif 0%
  • Koin perak dengan kemurnian 99,9% ke atas, dengan nama merek saat dibuat dari perak yang telah dibayar bea cukai atau cukai yang sesuai dikenakan tarif 0%
  1. Produk Non-tunai
  • Atm mikro versi 1.5 dikenakan tarif 0%
  • Pemindai sidik jari dikenakan tarif 0%
  • Pemindai iris dikenaan tarif 0%

 

 

BAB III

KESIMPULAN

 

           Pada negara India menganut tarif cukai advolorem dan tarif spesifik, sama halnya dengan di Indonesia. Cukai di India sendiri dilaksanakan oleh The Central Board of Excise and Customs. Namun yang menjadi pembeda adalah objek cukai dari negara India sangat beragam dan banyak, seperti :

  1. Produk Tembakau dan turunannya
  2. Produk Minyak Bumi
  3. Barang – barang lain
  4. Produk Tanaman
  5. Sumber daya alam terbarukan

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

           Demikian makalah mengenai sistem cukai di Negara India. Mohon maaf atas kesalahan data atau kesalahan dalam penyajian dikarenakan terbatasnya sumber informasi yang dapat dimiliki oleh penulis. Terima kasih.

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!