TUGAS TEKNIS CUKAI

Muhammad Yusuf Al Kamil

DIII Kepabeanan dan Cukai / 2-8 / 30

3301170160

 

Selamat datang gengs di web adaapasaja.com web yang menyediakan berbagai informasi dari berbagai penjuru ilmu pengetahuan. Yaakk kali ini kami akan memberikan informasi mengenai tugas salah satu mata kuliah kami yaitu Teknis Cukai I. Dalam postingan kali ini kami mendapatkan tugas yaitu mencari rokok yang diindikasikan polos/palsu atau mendatangi perusahaan/orang yang menerima fasilitas cukai, baik yang berizin NPPBKC maupun tidak perlu izin. Dan kali ini kami memilih untuk melaksanakan tugas yang kedua saja hehe. Berikut ini merupakan laporannya, check it out…

  1. Lokasi penemuan

Pada hari Kamis, 21 Juni 2018 saya berjalan-jalan menuju pusat Kota Brebes, dan tak sengaja menemukan seorang ibu penjual tembakau iris di Pasar Brebes bagian depan. Ibu tersebut menjual berbagai tembakau iris yang berasal dari tanaman asli Indonesia dan tanpa dilekati merek dagang.

  1. Foto bukti kedatangan

 

 

  1. Ulasan
  • Dasar Aturan

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 200/PMK.04/2008 tentang Tata Cara Pemberian, Pembekuan, dan Pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai Untuk Pengusaha Pabrik Dan Importir Hasil Tembakau

  • Konsep

Dalam PMK No. 200/PMK.04/2008

Pasal 2 ayat 2 dijelaskan pengecualian dari kewajiban memiliki NPPBKC yaitu orang yang membuat tembakau iris yang dibuat dari tembakau hasil tanaman di Indonesia yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau dikemas untuk penjualan eceran dengan bahan pengemas tradisional yang lazim dipergunakan.

  • Komentar

Setelah saya menggali informasi lebih dalam dari ibu penjual tembakau iris tersebut menjual tembakau iris hasil tanaman dari Indonesia dan tidak ada campuran tembakau dari luar Indonesia dan ketika saya amati tidak ada cap/merek dagang yang dilekatkan dalam tembakau iris tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ibu tersebut mendapatkan fasilitas pengecualian dari kewajiban memiliki NPPBKC.

 

Julian Rafif Rabbani

DIII Kepabeanan dan Cukai / 2-8 / 20

3301170084

Saya berkunjung ke Pasar Kartasura pada 23 Juni 2018 silam, tidak lama setelah lewat hari lebaran. Walau sudah siang hari, Pasar Kartasura masih ramai dengan aktivitas perdagangan. Saya mengunjungi pasar tersebut untuk mencari Barang Kena Cukai (BKC).

 

Ada banyak pedagang di pasar tersebut. Mulai dari pedagang bahan-bahan dapur, bahan pangan, pakaian, hingga barang-barang kebutuhan rumah tangga yang lain. Setelah sedikit jalan-jalan, saya menemukan seroang ibu yang menjual tembakau iris.

 

 

Ibu ini menjual berbagai macam jenis tembakau iris dengan harga berbeda-beda. Saya membeli tembakau iris 1 ons dengan harga Rp15.000,00.

Dari yang saya perhatikan, ibu ini termasuk penjual BKC dengan dikecualikan memiliki Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) menurut PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 200/PMK.04/2008, tembakau iris yang dijual murni dibuat dari tembakau hasil tanaman di Indonesia, dibungkus untuk penjualan eceran dengan pembungkus tradisional, dan tidak dilekati merek dagang, maka penjual tembakau iris tersebut tidak diharuskan membuat NPPBKC.

 

Tembakau yang saya dapatkan, menurut informasi, asli dari tembakau ditanam di Indonesia. Setelah itu yang saya lihat sama sekali tidak dilekati merek dagang, serta dibungkus dengan pembungkus tradisional berupa tampah atau bambu. Sehingga benar adanya jika ibu tersebut dikecualikan dari memiliki NPPBKC.

 

Cahya Nuzul Ramadhan

DIII Kepabeanan dan Cukai / 2-8 / 9

3301170154

 

Pagi buta saya berangkat dari tempat tinggal saya ke salah satu pasar di ciledug, saya mengunjungi pasar tersebut untuk mencari Barang Kena Cukai (BKC).

Dari banyaknya pedagang yang ada disana, cukup sulit untuk menemukan pedagang tembakau di pasar ini, Dan akhir nya say menemukan satu toko yang terlihat menjual tembakau iris.
Saya pun bertanya apakah ada menjual tembakau, dan pedagang itu pun memberikan sebungkus tembakau iris kira-kira satu ons Dan menjualnya seharga Rp. 12.000,00. Pedagang tersebut mengatakan ini satu-satunya tembakau iris yang dijual, karena sekarang tembakau iris kurang peminat dan jarang pula yang menjualnya.
Ibu ini termasuk penjual BKC dengan pengecualian kepemilikan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) menurut PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 200/PMK.04/2008, tembakau iris yang dijual tidak dilekati merek dagang dan dibungkus dengan pembungkus tradisional maka tidak perlu memiliki NPPBKC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *